Jangan Lambat Bayar Listrik Jika Istri Hamil Wed, 9 Jan 2008
Posted by na:Nk in Canda.Tags: komunikasi, salah paham
trackback
Berkomunikasi dengan baik adalah salah satu cara agar orang dapat saling mengerti. Salah komunikasi bisa menimbulkan salah paham dan ini dapat berujung pada sesuatu yang tidak kita harapkan. Tapi, terkadang kita menganggap enteng masalah komunikasi untuk saling mengerti ini. Lalu, orang lain bisa tidak mengerti apa yang kita maksudkan. Bisa juga orang lain salah mengerti apa yang kita anggap seharus mereka mengerti. Hmmm…. atau malah kita sendiri yang tidak mengerti apa yang kita pikir kita mengerti? Nah bingung kan?
Yang pasti, kalo Anda punya istri yang sedang hamil, jangan sekali-kali lambat bayar listrik! Loh kok? Emang kenapa? Itu dia, ternyata masalah mengerti dan tidak mengerti itu bisa berakibat kesalahpahaman yang mendalam di antara para pelaku. Makanya, berkomunikasilah dengan baik… dan harus jelas kalau semua pihak saling paham apa yang dikomunikasikan…
Simak saja cerita berikut…
Lambat Satu Bulan
Si Ani menyambut suaminya pulang kantor, si Arman dengan senyum yang mesra.
“Mas aku terlambat satu bulan, kita akan punya bayi yg mungil”, kata si ani. “Tapi berhubung tadi aku baru test ke dokter, jangan kasih tau siapa pun ya, ntar malu kalau nggak jadi”.
Esok paginya ada tukang tagih listrik mengetok pintu. Setelah dibukakan si tukang tagih bilang, “Bu, anda terlambat satu bulan… “
“Hah dari mana anda tau?” sahut si Ani dengan penuh rasa penasaran.
“Ini ada di catatan kami…” jawab si petugas listrik itu tersenyum ramah.
“Haaah… masa sampai ada di catatan mu?!” teriak si Ani setengah marah.
Esok paginya si Arman marah-marah ke kantor pembayaran listrik. “Bagaimana ini, kok anda bisa tau istri saya terlambat satu bulan??”
“Sabar, sabar Pak… kalau anda ingin catatan itu di hapus anda tinggal bayar saja ke pada kami…”
“Wah pemerasan ini,” pikir arman. “Lalu kalau saya nekat nggak mau bayar??” tanya dia mengardik.
“Ya punya anda saya putus!” jawab sang petugas.
“Wah… kalau punya saya anda putus, istri saya di rumah pakai apa??” bentak si Arman.
“Mungkin istri anda bisa pakai sebatang lilin!” jawab si petugas ketus.
—
Begitulah…

PLN perusahaan listrik brengsek …
baru telat beberapa hari aja udah mau diputus …
make bawa2 orang bank segala lagi …
coba giliran ada mati lampu ….
apa dia mau tanggung jawab …
tegangan listrik naik turun …
akibatnya peralatan elektronik cepet rusak …
apa dia mau tanggung jawab …
berapa kerugian yang harus ditanggung sama konsumen …
apalagi orang yang sedang usaha …
warnet misalkan …
rugi ratusan bahkan jutaan rupiah …
apa ia mau mengganti biaya kerugian mereka ….??
PLN Perusahaan yang sangat menyebalkan …
tidak profesional …………….